Cara Seleksi Karyawan Baru yang Jujur dan Bisa Dipercaya

0
2375

Siapa yang tahu tahu kita punya karyawan yang punya integritas, punya kejujuran.Mau tahu caranya? Satu pada saat seleksi karyawan baru. Pada waktu rekrut pun, belum tentu memenuhi sarat. Awalnya kita pikir orang tersebut jujur, tapi dibelakang ketika terdesak dia mencuri, bisa ? Kita bisa tahu minimal POLAnya! Maka dari itu, dalam memilih tenaga kerja yang baru, anda harus mengetahui Cara Seleksi Karyawan Baru yang Jujur dan Bisa Dipercaya.

Salah satunya dari mata, mata bisa di baca. Di DVD sales Magic saya, bisa dijelaskan lebih detail. Karena waktunya terbatas saya akan memberi tahu sepintas yang paling penting. Mata itu apa? Mata itu adalah jendela dunia. Ini juga diajarkan di FBI dan CIA.

Setiap mata mempunyai reaksi. Ketika ditanya, apa warna bajumu? Atau baju favoritmu warna apa? Lalu ketika kamu kecil warna seragam kamu apa? Tanpa sadar dia akan melihat kekiri atas, ke tangan kirinya, artinya dia mengakses ke memori visual, tapi ketika matanya mengakses kekanan atas, berarti dia sedang kreatif, itu dinamakan visual.

Ketika saya seminar Sales Magic, saya meminta kepada peserta untuk melakukan surveymengenai hal ini. Caranya saya meminta kepada salah satu peserta untuk saling berpandangan, misalnya “A“ dan “B”.

Saya meminta kepada “A” untuk membayangkan, dan “B” mencatat. Ketika membayangkan, silahkan perhatikan kemana arah matanya. Setelah dibayangkan “A” harus mengangguk menyatakan sudah, dan katakan “ya”.

Saat itu saya meminta kepada “A’ untuk membayangkan gajah yang warnanya oranye, memakai kaos kaki biru setinggi lutut, kemudian hidungnya terdapat garis-garis putih.

Saat membayangkan, matanya akan mengarah kekanan atas. Tandanya di membentuk dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Gajah yang oranye seperti apa?. Memakai kaos kaki biru, semuanya dibayangkan. Ketika dia membayangkan matanya akan mengarah kekanan atas, tetapi bila kidal maka matanya akan mengarah kekirinya. Ketika matanya mengarah kekanan atas berarti berarti dia sedang “kreatif”.

Jadi ketika pasangan anda pulang terlambat, lalu anda bertanya kenapa? Dan ketika menjawab matanya mengarah kekanan atas maka anda sudah bisa menebaknya sendiri dan saya tidak bertanggung jawab lagi terhadap pertempuran dikeluarga anda.
Karena karyawan dan pasangan anda sudah mengetahui pola ini maka bagaimana cara menaggulanginya? Anda bisa mengetahuinya dengan cara mantap atau tidaknya jawaban dan reaksinya saat itu, jadi BOHONG itu mempunyai REAKSI!

Kalau kita wawancara bapak ibu, coba tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang pasti jawabanya adalah “ya”. Contohnya “oh bapak SD nya SD negeri ya?” SMP nya Muhammadiah ya? Iya pak!, SMA kanisisus? Iya Pak. Dengan kita bertanya seperti ini maka kita sedang mempelajari polanya.

Kemudian tanyakan sesuatu yang yang mengejutkan misalnya dia adalah lulusan fakultas ekonomi UGM, tapi kita bertanya “Bapak lulusan UI?” maka sedikitnya dia akan terdiam dan kaget, karena pertanyaan yang diajukan tidak sesuai dengan apa yang tertulis.

Kemudian kita tanyakan kembali pertanyaan dengan jawabn “YA” sekali lagi. Dari situ kita kan mengetahui polanya. Bila dia ragu maka kita harus mempertanyakan, apakah dia JUJUR atau BOHONG ?