Simak! 8 Pekerjaan Ini Tanpa Gelar Sarjana
publish on : 27 Mar 2020
Topic : Career

Apakah gelar sarjana selalu menjamin bahwa kamu dapat pekerjaan layak? Topic ini memang selalu mengundang perdebatan. Satu kubu percaya bahwa gelar sarjana akan menjamin kesuksesan didunia kerja, sementara kubu lain percaya kalau kuliah tipis kaitannya dengan pekerjaan yang akan kita dapat nantinya.

Faktanya, ijasah S1 memang bisa membuka banyak pintu. Tapi tak semua pintu membutuhkan ijasah S1. Iniah kamar baiknya buat Anda yang –karena berbagai asalah –tidak punya gelar sarjana. Nyatanya banyak sekali jalan emnuju kesuksesan bagimu yang tak mengenyam bangku kuliah.

Jangan salah, pekerjaan-pekerjaan yang tak butuh ijasah S1 ini bukan profesi sembarangan. Mereka bisa benar-benar mengahasilkan uang dan menuntutmu untuk punya kecerdasan. Dengan atau tanpa gelar sarjana, kamu harus tetap bekerja keras. Banyak jalan sukses untuk mereka yang bukan sarjana, namun tak ada tempat bagi mereka yang bisanya cuman malas-malasan saja!

1. Menjadi desainer sebenarnya tak butuh gelar sarjana. Punya penghargaan tinggi pada estetika adalah awalan yang sempurna.


Feel itu gabisa dipelajari. Kuliah desain itu mahal. Selain itu, kamu juga akan dituntut punya penguasaan mendalam diberbagai bidang. Tak cukup belajar menggambar atau merancang saja, kamu pun harus mendalami berbagai teori ilmu komunikasi hingga filsafat seni. Bhakan bebrapa kampus mewajibkan mahasiswanya untuk lulus mata kuliah pancasila atau kewarganegaraan. Semua ini karena pendidikan ala universitas berorientasi utnuk menghasilkan kaum intelektual (scholar), bukan kaum pekerja (worker). Bisa ditebak, tak semua orang cocok dengan model pendidikan ini.

Jadi bersyukurlah karena menjadi desainer, baik desainer grafis, interior, hingga fashion tidak membutuhkan gelar sarjana. Yang lebih Anda butuhkan adalah klien. Nah, supaya bisa mendapatkan klien, Anda tentu perlu mengembangkan nam Anda sebagai desainer. Karena itu, Anda tetap perlu belajar ilmu perancangan serta beberapa software computer agar bisa menghasilkan portofolio yang baik.

Keterkaitan dan kecintaan terhadap keindahan adalah awal yang sempurna untuk menjadi seorang perancang. Lalu, perdalamlah ilmu Anda dengan membaca buku atau rajin membeli majalah-majalah desain. Setiap ada pameran acara desai dikota Anda, luangkan waktu untuk mendatanginya; jangan lupa berkenalan dengan penyelenggara  dan pengisi pameran agar Anda punya kenalan sesama perancang. Tak perlu belajar semua software yang ada: lebih baik pilih beberapa dan kuasai software-sofware itu sebaik-baiknya supaya kamu punya kelebihan dibandingkan perancang yang lain. Mau itu Auto cad, Adobe Photoshop, CorelDraw, autodesk 3D Studio Mask, kamu bisa belajar lewat tutorial Youtube atau lembaga-lembaga kursus.

Itu baru kiat mempelajari ilmunya. Kamu juga harus mempelajari segi bisnis dari profesi ini. Bagaimanapun, usaha perancang tak akan tertahan tanpa basis klien yang mapan. Untuk mempelajari segi bisnis dari dunia  desain kamu bisa melamar magang diberbagai perusahaan. Kamu pun bisa mulai mempraktikkan ilmu Anda itu dengan menawarkan keahlian ke teman-teman dan keluarga. Tak perlu mematok harga mahal; ingat, focus Anda adalah membangun reputasi dan memiliki nama. Memang banyak yang harus Anda lakukan untuk sukses menjadi desainer. Namun tetap saja, menjadi sarjana bukanlah salah satunya.

2. Menjadi penulis juga tak peril gelar sarjana sastra. Yang lebih penting adalah hobi membaca dan kemampuan bercerita.


Sejak internet merajalela, menjadi penulis tak pernah semudah sekarang. Kini Anda tak lagi haru mengirimkan karyamu ke media-media cetak (dan menggantungkan nasib Anda pada selera redaktur) untuk bisa dikenal public. Dengan mudah kamu bisa menuliskan ceritamu diblog pribadi sendiri, lalu membagikan tulisan Anda memalui media social.

Tapi ingat, Anda juga harus memiliki strategi agar public bisa menerima tulisan Anda. Bayangkanlah: berapa ribu blog sih yang ada di Indonesia? Dan diantara ratudan ribu blog itu, ada berapa yang terkenal? Yak, tepat sekali, dunia kepenulisan itu bukannya tanpa persaingan.

Banyak yang bilang bahwa untuk memnangkan persaingan disunia kepenulisan, yang paling Anda butuhkan adalah bakat. Namun kalau mau lebih teliti lagi, yang paling penting sebenarnya ada dua: hobi membaca dan kecakapan dalam bercerita. Hobi membaca akan mengembangkan pengetahuan Anda dan membentuk gaya tulisanmu. Joan Didion yang kerap didaulat sebagai salah satu penulis terbaik Amerika, misalnya, mulai melatih kemampuannya dengan membaca cerpen-cerpen Hemingway dan menuliskannya ulang dengan tangan. Sementara kecakapan dalam bercerita bisa Anda kembangkan dengan melatih kemampuan analogi, metafora, dan logika. Nah, karen ahobi membaca dan keahlian bercerita ini mutlak pentingnya, sudahkah Anda memiliki keduanya.

3. Mau tahu siapa yang lebih sukses daripada musisi? Produser music!


Belum tentu seterkenal musisi, tapi bisa lebih sukses.

Semua orang yang punya bakat diseni music pasti pernah berpimpi untuk menjadi musisi professional. Terkenal, jadi sampul majalah, dipuja-puja penggemar, dan mendapat bayaran yang tinggi dari penampilan manggung, jadi musisi yang sukses memang impian. Tapi Anda tahu siapa yang punya kesuksesan lebih besar daripada musisi? Produsernya.

Berbeda dengan para artis yang kerap berkarya bedasarkan genre, produser music harus memiliki telinga yang bagus untuk segala macam aliran music. Waluapun Anda punya selera music tertentu, kalau Anda ingin menjadi produser Anda harus tahu selera pasar. Bahkan kalau bisa, Anda yang menciptakan selesara pasar.

Prosuder mungkin tidak akan setenar para musisi yang dibesutnya, namum dengan makin banyaknya cara orang menikmati masuk (download, styreaming, konser, dll) makin banyak produser music adalah pekerjaan yang cocok bagi pecinta music tanpa gelar sarjan. Yang perlu Anda kembangakan adalah pengetahuan dibidang teknik audio, komposisi, dan tentunya music, baik lewat pelatihan praktis dilembaga kurses atau bahkan berahli secara otodidak. Pastikan juga Anda memiliki relasi diindustri music –pada nyatanya banyak produser music dulunya dalah musisi.

4. Anda juga tak harus pernah kuliah fotografi untuk menjadi fotografer. Andai harus, orang yang sukses menjadi fotografer tak akan sebanyak sekarang.


Ucapkan selamat tinggal pada jurusan fotografi jika Anda punya bakat dan ketertarikan alami dalam mengambil gambar. Lagipula, bukankah lebih banyak objek fotograsi diluar sana daripada didalam kelas-kelas?

Sekarang, saatnya mengubah hobimu mengambil gambar ini menjadi sumber pemasukan. Tak perlu melamar kestudio atau agensi, Anda bisa menjadi fotografer lepas. Kebanyakan forografer lepas mendapatkan pekerjaan setelah rajin memamerkan portofolionya pada komunitas maupun teman sesame fotografer.

Tanpa harus bergabung pasa satu studio atau agensi, Anda bisa mendirikan studio sendiri atau membuat brand sendiri yang menawarkan jasa fotografi yang selalu dibutuhkan masyarakat seperti pre-wedding, pernikahan, event music sambil tetap berkarya pada passion Anda yang lain, entah itu landscape, fashion, atau jurnalistik. Dengan teknologi olah gambar digital yang terus berkembang Anda bisa membuat foto dengan warna dan persfektif menarik, sehingga pelanggan setiamu akan rela merekomndasikan jasamu pada orang lain.

5. Jadi master dibidang SEO akan membuat jalanmu berkarir didunia IT.


Internet kini sudah dijejali oleh jutaan situs weh. Jadi bagaimana situs web yang satu bisa bersaing dengan yang lainnya untuk meraup pembaca? Salah satu strategi yang bisa dipakai adalah SEO, alias search engine optimization.

Tugas seorang ahli SEO adalah membuat situsnya tampil dibarisan paling awal hasil pencarian saat seorang pengguna internet memasukkan kata kunci tertentu di Google, Bing, atau mesin pencari lain. Untuk meraih hasil maksimal, seorang ahli SEO harus meriset kata kunci, melakukan analisis, dan membuat berbagai tautan. Punya skill SEO akan memudahkan Anda untuk masuk kedalam dunia IT. Sebagai pemula, kamu harus pelajari dasar-dasar SEO dulu. Jika sudah menguasainya, karir Anda didunia IT pun akan langgeng, sepanjang orang-orang masih bergantungan pada mesin pencari untuk menemukan dating tips hingga resep bubur untuk sarapan.

6. Pekerjaan lain yang berprospek cerah didunia IT adalah web developer. Kamu tak harus kulaih dijurusan Teknik Informatika dulu.


Menurut Forbes, pekerjaan sebagai pengembang web, pengembang software/game, dan programmer akan menghasilkan gaji yang terus meningkat bagi pelakunya setiap tahun seiring meningkatnya kebutuhan manusia akan internet. Kebutuhan industry untuk pekerjaan-pekerjaan ini diperkirakan akan terus berkembang hingga 2022. Jadi apa yang diperlukan untuk meraih karir dibidang yang akan bertahan lama dan cerah ini? Kemauan belajar coding alias menulis kode.

Nyatanya, Ada tidak memerlukan ijasah dari jurusan teknik informatika untuk meulis kode, yang kamu butuhkan ialah kejelian dan kegigihan belajar coding secara online. Ya online berarti gratis, tidak perlu bayar –kecuali bayar tagihan internet.

7. Bila Anda memiliki keahlian bercerita tapi tak berencana menulis kata, jadikanlah video blogger saja.


Video blogger atau vlogger adalah artis YouTube. Artis yang bukan sembarang artis –bukan seperti Sinta dan Jojo yang melesat seperti metor kemudia menghilang. Vlogger adalah para pengguna YouTube yang menggunakan video sebagai media untuk nge-blog. Mungkin mereka tidak begitu hobi bercerita dengan kata-kata. Mungkin juga mereka lebih tertarik memvisualisasikan ceritanya. Akhirnya, mereka lebih memilih berbagi tips, pengalaman, curhat, dan tutorial didepan kamera.

Menarikanya mereka bisa kaya raya dari iklan yang masuk ke kanal YouTube-nya. Dan Anda bisa meniru cara kesuksesan mereka dengan membagikan konten kreatif, informative, lucu, dan seru di YouTube. Bangun sendiri audiensmu seperti PewDiePie yang digemari para gamer, Michelle Phan yang punya audiens pecinta make-up, dan EvanTubeHD yang digandrungi pecinta mainan. Tertarik?

8. S-1 atau tidak, Anda juga bisa jadi game profesinal. Masih belum ada, jurusan kuliah gaming diuniversitas manapun.


Tidak ada mengharuskan Anda untuk kulaih dijurusan Gaming untuk bisa menjadi games professional. PewDiePie, misalnya. Gara-gara hobinya nge-game, tahun lalu dia bisa meraih 4 juta dollar dari iklan dan berbagai endorsement yang dilakoninya. Selain jadi vlogger game, Anda juga bisa jadi gamer professional yang berkompetisi diturnamen, baik secara individu maupun kelompok. Tidak membutuhkan gela sarjana, hanya membutuhkan sedikasi berjam-jam didepan layar.

9. Pada akhirnya, semua orang bisa menghasilkan kesuksesan finansial dengan berwirausaha.


Pekerjaan ini tidak butuh kuliah, apalagi ijasah. Selama Anda punya ide, berani mematangkannya menjadi konsep, telaten menjadikannya sebagai produk dan ulet dalam memasarkannya, kamu bisa menjadi seorang pengusaha. Kesuksesan dan uang akan datang bisa Anda gigih dan tak cepat gulung tikar.

Sudah banyak dari mereka yang akhirnya sukses menekuni bidang usaha meski tak sarjana. Ada Bob Sadino, ada juga Susi Pudjiastuti yang sudah menjadi mantan mentri Indonesia. Anda juga bisa lihat sendiri, bukan? Tak ada alasan lagi bagi Anda untuk menyerah, mengutuk nasib, atau emnggap masa depanmu tak akan cerah karena Anda tak punya titel sarjana. Tak ada lagi bermalas-malasan hanya karena Anda tidak menempuh S-1.

Terima kasih sudah membaca sampai habis. Silahkan Anda:

1. Bagikan kepada teman lainnya, agar bisa sama-sama belajar. Klik Tombol Bagikan

2. Klik laruno.com/blog untuk cek artikel lainnya.

3. Klik laruno.com/products untuk cek produk-produk menarik lainnya dari larunocom.

4. Silahkan diskusi pendapat Anda, dikolom komentar.

6 orang menyukai ini
0 KOMENTAR
Sign up atau Login untuk berkomentar, suka & bagikan.